Melihat mata uang digital di Indonesia

Melihat mata uang digital di Indonesia

Melihat-mata-uang-digital-di-Indonesia

Mata uang digital seperti Bitcoin menjadi semakin populer di Indonesia, salah satunya setelah berita tentang serangan di dunia maya beberapa waktu lalu.

Salah satu wahyu tentang Bitcoin muncul ketika WannaCry ransomware menyerang dunia internet global pada pertengahan tahun ini. Peretas meminta tebusan dalam Bitcoin.

Di Indonesia, pengetahuan tentang cryptocurrency tidak sebesar di negara lain, menurut pendiri situs perdagangan mata uang digital Bitcoin Indonesia, Oscar Darmawan.

Menurut Oscar, transaksi mata uang digital di Indonesia untuk kawasan Asia Tenggara hampir sebesar di Thailand.

Namun, dibandingkan dengan Jepang, masih jauh lebih rendah, menurut perkiraannya, hanya sekitar 1 persen.

Namun, antusiasme untuk mata uang virtual terlihat di antara anggota situs web, yang mencapai 500.000 orang.

Seperti halnya bentuk investasi lainnya, harga mata uang digital sulit diperkirakan

saat bergerak dengan pasar.

Bitcoin sekarang bernilai sekitar 50 juta rupee, menjadikannya mata uang virtual paling berharga di negara ini.

Dengan mempertimbangkan nilai transaksi, mata uang digital Bitcoin, Ethereum dan Ripple menempati 3 besar di Indonesia.

Hambatan terbesar terhadap mata uang digital di Indonesia saat ini adalah regulasi.

Tidak ada peraturan pemerintah, seperti di Jepang, yang menyamakan mata uang digital dengan mata uang konvensional, yang dianggap sulit.

“Pemerintah bersikap hati-hati, itu bagus. Tapi itu juga menyulitkan industri. Industri

ingin eksperimen itu terhambat,” kata Oscar ketika dia bertemu di Tangerang pada Selasa (26 September).

Dia berharap bahwa pemerintah akan berperilaku dengan cara yang sama seperti Jepang, sehingga aturan yang ada dalam mata uang konvensional juga berlaku dalam mata uang digital.

“Tidak perlu membuat aturan baru, hanya untuk menyeimbangkan mata uang virtual seperti apa. Industri akan mencoba membaca dan menyesuaikan aturan yang ada,” katanya.

Ketika dianggap setara dengan mata uang tradisional, persyaratan hukum untuk

transaksi kriminal dalam cryptocurrency jelas untuk melindungi masyarakat.

Pembayaran melalui sistem blockchain, meskipun anonim, dianggap aman karena transaksi dapat dilihat di jaringan.

Bitcoin bukan satu-satunya cryptocurrency yang beredar di seluruh dunia. Selain Bitcoin juga dikenal sebagai Ethereum, Ripple, Dogecoin, Litecoin dan Swiftcoin.

 

Baca Juga :