6 Cara Menanam Porang Cepat Panen di Lahan Terbuka

Cara menanam porang

6 Cara Menanam Porang Cepat Panen di Lahan Terbuka

Cara Menanam Porang – Jarak, Pupuk, Hama, Harga & Analisis – Porang (Amorphopallus oncophilus) merupakan salah satu jenis tumbuhan iles iles yang tumbuh di hutan. Porang merupakan famili Araceae yang merupakan tumbuhan perdu (herbal) yang memiliki umbi di dalam tanah dan menghasilkan karbohidrat.

Tanaman porang tumbuh berupa perdu dengan tinggi 100-150 cm, batang halus, batang dan daun berwarna hijau sampai hijau tua belang dengan bintik-bintik putih. Tanaman porang merupakan tanaman berjalan di antara tanaman keras, sehingga mereka lebih memilih lokasi dengan banyak naungan dan kelembaban yang cukup.

-tanaman porang
morfologi tumbuhan

Hasil utama dari tanaman porang adalah umbi-umbian. Ada dua jenis umbi pada tanaman porang, yaitu umbi batang yang terletak di dalam tanah, dan umbi induk yang terletak di pangkal setiap cabang atau tulang daun yang mengandung biji. Umbi yang umum adalah umbi batang, yang berbentuk bulat dan memiliki alur dangkal di bagian atas tempat tumbuhnya batang sebelumnya. Umbi ini merupakan perubahan bentuk batang, yang berfungsi sebagai cadangan makanan.

Jadi umbi dan batangnya menyatu dengan batas yang tidak begitu jelas. Umbi terdiri dari kulit dan daging umbi. Kulit umbinya berwarna keabu-abuan saat dipanen dan berubah menjadi hitam setelah beberapa hari. Bagian kulit umbi yang terkelupas mengeluarkan getah yang licin dan menyebabkan gatal-gatal pada kulit. Daging umbi porang berwarna kekuningan, mengandung karbohidrat yang berfungsi untuk pertumbuhan selanjutnya.

Akar tanaman porang adalah akar serabut berwarna putih. Akar yang banyak ini tumbuh dari batang dan kulit umbi, yang berguna untuk memperluas penyerapan air dan unsur hara dari tanah. Sedangkan batang tanaman porang menyatu dengan umbinya dan merupakan bagian kecil dari keseluruhan umbi. Saat batang berkembang, ia berubah bentuk untuk menyimpan cadangan makanan sebagai umbi.

Baca Juga: Cara Mencangkok Kelengkeng Agar Cepat Berbuah dan Berakar
Cara menanam porang

Cara menanam porang
kondisi tumbuh

Tanaman porang berasal dari daerah tropis dan tumbuh di bawah tegakan dengan kelembaban yang cukup pada suhu sekitar 25◦C-35◦C dan curah hujan antara 1.000-1.500 mm. Tempat tumbuh yang optimal adalah tempat dengan ketinggian 100-600 m di atas permukaan laut, dengan intensitas cahaya yang dibutuhkan antara 60% sampai 70%. Kondisi tanah yang diperlukan agar porang dapat tumbuh dengan baik adalah tanah dengan tekstur lempung berpasir dan bebas dari gulma dengan pH netral (6-7).
persiapan lahan

Lokasi yang baik untuk menanam tanaman porang adalah di tempat teduh dengan intensitas cahaya 60-70%.
Kegiatan penyimpanan tanah:

Di tanah datar

Setelah lahan dibersihkan dari semak/gulma liar, dibuat gundukan dengan lebar 50 cm dan tinggi 25 cm yang panjangnya disesuaikan dengan lahan. Jarak antar gundukan 50 cm.

Di tanah miring

Lahan yang sudah dibersihkan tidak perlu dikerjakan. Kemudian dibuat lubang dimana akan dibuat ruang untuk menanam benih pada saat penanaman.

Baca Juga : Pencegahan Penyakit Tungro Pada Tanaman Padi
Persiapan bibit porang

Porang dapat diperbanyak melalui jalur vegetatif dan generatif (biji, induk/bupil). Untuk benih yang baik dari umbi dan kuncup yang sehat. Bibit porang cukup ditanam satu kali. Setelah itu bibit yang ditanam berumur 3 tahun dan dapat dipanen untuk pertama kali. Selain itu, porang dapat dipanen kembali tanpa perlu dilakukan penanaman kembali.

Kebutuhan benih per satuan luas sangat tergantung dari jenis benih yang digunakan dan jarak tanam. Dengan pembagian benih lebih dari 90%, kebutuhan benih per hektar pada jarak 1 m×0,5 m adalah:

Bawang: 1.500 kg (+20-30 buah/kg)
Biji: 300 kg
Berat: 350 kg (+170-175 buah/kg)

Tata cara penyiapan benih dari umbi-umbian adalah:

Tentukan bibit porang yang berumur sekitar satu tahun dan tumbuh subur dan sehat
Bongkar rumpun/tanaman kemudian bersihkan umbi dari akar dan tanah yang masih menempel
Kumpulkan benih di tempat yang teduh dan mudah untuk diproses lebih lanjut yaitu penanaman
Perlu diingat bahwa satu umbi menghasilkan hanya satu tanaman Cara penyimpanan benih Bupil/Katak adalah:

Bupil diperoleh di sekitar rumpun tanaman yang cukup tua
Murid dipilih melalui seleksi sehingga diperoleh bupil yang sehat
Tunas yang dipilih dikumpulkan dalam wadah dan disimpan di tempat yang kering sampai diproses lebih lanjut.
Dari setiap tanaman porang yang cukup besar dan tua menghasilkan hingga 15 bupil

Sumber :