Tips Menjawab 10 Pertanyaan Jebakan saat Interview Kerja

12 pertanyaan jebakan wawancara dan cara menjawabnya

pertanyaan-jebakan

Tips ini bersumber dari buku Uswatun Hasanah, M.Pd. Di ARASKA Verlag, selama wawancara atau wawancara kerja, ada beberapa pertanyaan rumit yang diajukan pewawancara kepada Anda.
Berikut pertanyaan jebakan yang sering ditanyakan oleh pewawancara saat wawancara, antara lain:

Berapa gaji yang Anda harapkan? (Berapa gaji yang Anda inginkan)

Pertanyaan jebakan ini dibahas panjang lebar dan mendalam. Untuk menjawabnya, silakan lihat artikel Menjawab Pertanyaan Gaji Saat Wawancara.

Ceritakan tentang dirimu ! (Ceritakan tentang diri Anda)

Ini biasanya pertanyaan pengantar, jadi jangan menghabiskan terlalu banyak waktu untuk menjawabnya. Berikan jawaban tentang empat topik: tahun-tahun sebelumnya, pendidikan, sejarah profesional, dan pengalaman profesional saat ini.

Apa yang Anda ketahui tentang perusahaan ini? (Apa yang Anda ketahui tentang perusahaan ini?)

Ketika ditanya pertanyaan ini, Anda diharapkan dapat memahami produk atau layanan, penjualan, reputasi, opini publik, tujuan, masalah, gaya kepemimpinan, orang, sejarah dan filosofi Perusahaan untuk dibahas.

Berikan jawaban yang memberi tahu pewawancara bahwa Anda meluangkan waktu untuk meneliti perusahaan, tetapi jangan berpura-pura tahu segalanya tentang perusahaan, tunjukkan keinginan untuk belajar lebih banyak tentang perusahaan, dan jangan memberikan tanggapan negatif seperti, “Saya tahu perusahaan Anda sedang mengalami masalah, itu sebabnya saya di sini.” Soroti manfaat perusahaan dan minat Anda terhadapnya.

Apa yang Anda berikan kepada perusahaan kami? (Apa yang bisa Anda berikan kepada perusahaan kami?)

Sebutkan prestasi dan jalur karier Anda. Sebutkan keahlian Anda dan hal-hal yang Anda minati, gabungkan dengan kisah Anda dalam mencapai hal-hal itu. Sebutkan kemampuan Anda untuk memprioritaskan, mengidentifikasi dan memecahkan masalah.

Bagaimana Anda tertarik dengan pekerjaan ini? (Apa yang membuat Anda tertarik dengan pekerjaan ini?)

Sebutkan tiga sampai empat faktor menarik tentang pekerjaan yang Anda pertimbangkan untuk diambil dan satu faktor kecil yang kurang menarik.

Mengapa kita harus mempekerjakan Anda? (Mengapa kami harus merekrut Anda?)

Pertanyaan ini sama dengan pertanyaan nomor empat, sebutkan saja keahlian Anda yang dapat membantu perusahaan.

Apa yang Anda cari dalam pekerjaan? (Apa yang Anda cari dalam pekerjaan?)

Berikan jawaban berkisar pada peluang dalam organisasi. Biarkan pewawancara tahu bahwa Anda ingin berkontribusi dan diakui. Hindari jawaban yang mempertanyakan stabilitas keuangan pribadi.

Menurut Anda, posisi apa yang Anda cari? (Menurut Anda apa definisi posisi yang Anda inginkan?)

Berikan jawaban singkat yang berkisar pada tugas dan tanggung jawab Anda. Pastikan Anda memahami posisinya sebelum mencoba merespons.

Berapa lama Anda tinggal bersama kami? (Berapa lama Anda akan bersama kami?)

Beri tahu pewawancara bahwa Anda tertarik untuk berkarir di perusahaan tersebut, tetapi Anda ingin terus ditantang untuk mencapai tujuan bersama.

Mengapa Anda berhenti dari pekerjaan Anda saat ini? (Mengapa Anda berhenti dari pekerjaan Anda sebelumnya?)

Anda harus menjawab pertanyaan ini dengan jujur ​​tetapi singkat dan jelas, bahkan jika Anda telah diberhentikan. Namun, perlu diperhatikan bahwa Anda tidak boleh menyebutkan konflik pribadi. Anda perlu mempertimbangkan bahwa pewawancara cenderung mengajukan banyak pertanyaan tentang subjek tersebut sehingga Anda tidak terbawa emosi.

Apa pendapat Anda tentang bos Anda? (Apa pendapat Anda tentang bos / bos Anda sebelumnya?)

Anda juga harus menjawab pertanyaan ini dengan hati-hati. Jawablah pertanyaan ini sepositif mungkin, karena jika Anda menilai mantan atasan Anda secara negatif, Anda juga akan dinilai negatif oleh pewawancara. Kenapa ini? karena mereka juga berasumsi bahwa jika Anda bekerja di perusahaan lain nanti, Anda akan menjawab hal yang sama saat wawancara.

Apa yang kamu cari untuk pekerjaan itu? (Apa yang Anda cari dalam pekerjaan?)

Berikan jawaban berkisar pada peluang dalam organisasi. Beri tahu pewawancara jika Anda ingin berkontribusi dan diakui. Hindari jawaban yang mempertanyakan stabilitas keuangan pribadi, seperti: B. keinginan akan gaji yang wajar untuk kebutuhan hidup.

Ini adalah pertanyaan wawancara yang rumit, tentu saja Anda perlu berhati-hati ketika menanyakan pertanyaan di atas. Sekali lagi, Anda perlu membuat daftar pertanyaan dan berlatih menjawabnya.

Sumber :