Satelit Internet 150 Gbps Satria-1 Bakal Didukung 11 Stasiun

Satria-1 150 Mbit / s satelit internet didukung oleh 11 stasiun bumi

satelit-internet-150

Indonesia akan memiliki 11 stasiun bumi untuk mendukung satelit internet Satria-1. Ini merupakan bagian dari Proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) satelit multifungsi Republik Indonesia (Satria-1).

Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate, proyek tersebut akan membangun 11 stasiun bumi atau gateway sebagai bagian dari segmen terestrial yang menghubungkan satelit ke bumi. Seluruh stasiun bumi ini didirikan di 11 wilayah Indonesia, salah satunya di Cikarang.

“Selain Cikarang, akan dibangun 10 pintu lagi di Batam, Banjarmasin, Tarakan, Pontianak, Kupang, Ambon, Manado, Manokwari, Timika dan Jayapura, yang sepuluh pintunya masih dalam proses pembebasan lahan,” ujarnya. pada Rabu (Ags.) saat peletakan batu pertama proyek KPBU Satelit Multifungsi Pemerintah Bumi di gedung PSN, Cikarang, Jawa Barat.

Stasiun bumi ini wajib memantau pergerakan satelit Satria-1, termasuk melakukan pengelolaan jaringan untuk menjaga standar stabilitas layanan dan sebagai sarana komunikasi data antara satelit Satria-1 dengan bumi. Pembangunannya akan mencapai 150.000 titik layanan publik di berbagai sektor.

150.000 lembaga publik tersebut termasuk 93.900 SKS dan pondok pesantren untuk mendukung pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan ujian berbasis komputer. Kemudian 3.700 puskesmas, rumah sakit dan pelayanan kesehatan lainnya untuk kebutuhan database kesehatan yang terintegrasi dan terpusat.

Saat ini terdapat 3.900 PPK di bidang keamanan di daerah tertinggal perbatasan dan daerah terluar (3T) untuk kebutuhan administrasi keamanan yang handal. Terdapat pula 47.900 kantor desa atau kelurahan, kecamatan, dan pemerintah daerah lainnya untuk mengoptimalkan layanan sistem pemerintahan elektronik (SPBE/e-government) yang efisien dan efektif, serta 600 titik layanan publik lainnya.

“Menggunakan teknologi High Throughput Satellite (HTS), proyek satelit SATRIA-I akan menyediakan kapasitas Internet 150 Gbps di 150.000 titik layanan publik pada tahun 2023,” tambah Johnny.

Sedangkan untuk satelit internet Satria-1, pembangunannya dimulai pada 3 September 2020, dengan target mulai pada 2023. Saat ini, di tengah pandemi COVID-19, proses pembangunan satelit sudah mencapai 30 persen hingga akhir Juli 2021.

Sumber :